Entri Populer

Selasa, 19 Oktober 2010

Persaingan Dunia Kerja Semakin Berat Pilih Diploma atau Sarjana?

Di tengah biaya pendidikan Perguruan Tinggi (PT) yang semakin mahal serta ketatnya persaingan menembus dunia kerja saat ini, mau tidak mau telah membuat perubahan pola pikir calon mahasiswa saat akan masuk kuliah.
Pilihan apakah akan kuliah pada jenjang sarjana atau diploma terkadang sudah tidak lagi dihasilkan dari pikiran dan rasio objektif, tetapi berdasarkan atas pertimbangan lamanya waktu kuliah yang berkorelasi dengan biaya yang harus dikeluarkan. Hal ini, membuat beberapa mahasiswa berpikir untuk memilih mengambil program diploma daripada sarjana. Sebenarnya, apa benar calon-calon mahasiswa hanya berpikir biaya serta cepat lulus dan cepat bekerja saja? Atau ada pemikiran lain?
“Melihat kecenderungan masyarakat serta kebutuhan dunia kerja yang lebih membutuhkan dan memilih calon pegawai yang siap untuk diterjunkan di dunia kerja, memang banyak mahasiswa yang akhirnya memutuskan untuk memilih program diploma. Mereka ini memang telah berorientasi bekerja saat memilih program diploma,” ungkap Ungkap Staf Pengajar Akademik Alfabank, Purnomo Rinomo Salimin.
Purnomo menambahkan, secara mental mahasiswa diploma memang dididik untuk langsung siap menghadapi dunia kerja. “Sebenarnya, kalau dibanding dengan program sarjana, program diploma tidak jauh berbeda. Hanya saja dalam program diploma materi lebih dipadatkan dan mahasiswa diberikan bekal kemampuan lebih untuk mengenal dan terjun langsung pada dunia pekerjaan yang diinginkan,” terangnya.
Secara teoritis, lanjut Purnomo, mahasiswa program diploma tidak memiliki kewajiban untuk memahami dan menghafal berbagai teori yang harus dipahami seperti yang dilakukan mahasiswa program sarjana. Mahasiswa diploma akan dituntut untuk sedini mungkin mengenali potensi dirinya yang nantinya akan dijadikan bekal dalam menembus dunia pekerjaan.
“Pada program diploma, mahasiswa akan diberi banyak pengetahuan dan informasi tentang standar kompetensi kerja, hal ini yang tidak akan ditemui mahasiswa yang memilih program sarjana. Jadi, tidak heran kalau mahasiswa program sarjana setelah lulus masih bingung akan bekerja di bidang apa serta tidak mengetahui potensi dalam dirinya. Hal ini dikarenakan mereka tidak dibekali secara mendalam mengenai kemampuan untuk langsung bekerja,” katanya.
Pertimbangan
Sementara itu, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Dahning Tri, menilai, ketika mahasiswa memilih program sarjana atau diploma tentunya mereka akan melakukan berbagai pertimbangan. Sehingga, apa pun yang dipilih, apakah itu program sarjana atau diploma, tentu berdasarkan pemikiran yang matang dan bukan asal pilih saja.
“Saat ini, realitanya dunia kerja membutuhkan lulusan yang siap bekerja dan memiliki kemampuan. Sehingga, program diploma yang membekali mahasiswa dengan berbagai kompetensi kerja semakin diminati,” katanya.
Ditambahkan, “Selain karena adanya orientasi kuliah untuk bekerja, dengan mengambil program diploma seseorang akan memiliki kemampuan dan keterampilan (skill) lebih. Karena mahasiswa dipersiapkan untuk aktif dan terjun langsung dalam dunia pekerjaan dan antara teori serta praktik dilakukan seimbang, tidak seperti pada program sarjana yang jauh lebih banyak menekankan aspek-aspek teori ketimbang aspek praktik langsung dalam dunia pekerjaan,” tambahnya
Sebenarnya, baik program diploma maupun sarjana masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Program diploma memang lebih menonjolkan pada aspek praktek lapangan. Mahasiswa betul-betul dipersiapkan dan diajarkan tentang pengembangan skill dalam hal praktek kerja lapangan. Muatan sistem kredit semesternya pun memiliki bobot yang berbeda dengan mahasiswa program sarjana.
Mahasiswa program diploma memiliki bobot 60 persen praktik di dunia pekerjaan dan hanya sekitar 40 persen saja mempelajari teori. Secara analisis memang mahasiswa diploma tidak memiliki kemampuan lebih dibanding mahasiswa program sarjana yang jauh lebih detail dan lebih menguasai konsep analisis masalah secara teoritis dan normatif namun secara praktik kerja lapangan dan melihat potensi peluang pekerjaan mahasiswa program diploma jauh lebih menguasai dan memahami teknis-teknis yang harus dilakukan ketika diterjunkan langsung di dunia pekerjaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar