Entri Populer

Senin, 01 November 2010

AKUNTANSI

A.SEJARAH AKUNTANSI

Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) - sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.

Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan di tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, "I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane." John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of Venice".

Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered Accountant di abad ke 19.

1.1 Pengertian Dan Definisi Akuntansi

Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.

A. Fungsi Akuntansi

Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.

B. Laporan Dasar Akuntansi

Pada dasarnya proses akuntansi akan membuat output laporan rugi laba, laporan perubahan modal, dan laporan neraca pada suatu perusahaan atau organisasi lainnya. Pada suatu laporan akuntansi harus mencantumkan nama perusahaan, nama laporan, dan tanggal penyusunan atau jangka waktu laporan tersebut untuk memudahkan orang lain memahaminya. Laporan dapat bersifat periodik dan ada juga yang bersifat suatu waktu tertentu saja.

C Tujuan/Manfaat Akuntansi

Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu

entitas kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Yang dimaksud dengan

entitas adalah badan usaha/perusahaan/organisasi yang mempunyai

kekayaan sendiri.

Informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi berguna bagi pihak-pihak

di dalam organisasi itu sendiri (internal) maupun pihak-pihak di luar

organisasi (eksternal). Pihak manajemen merupakan contoh pemakai

informasi dari kalangan internal. Informasi akuntansi ini oleh manajemen

dimanfaatkan untuk perencanaan, pengendalian dan evaluasi aktivitas

usaha yang dilaksanakan.Dari sisi pengguna informasi dari kalangan eksternal, terbagi menjadi dua yaitu :

• pemakai eksternal yang berkepentingan langsung terhadap informasi akuntansi,

contoh : investor dan kreditor

• pemakai eksternal yang tidak berkepentingan langsung misalnya analis ekonomi.

2.1 Konsep Dasar Akuntansi

Beberapa konsep dasar akuntansi adalah sebagai berikut :

1) Entitas Akuntansi (Accounting Entity)

*Dipandang dari konsep akuntansi, perusahaan merupakan suatu

entitas (kesatuan usaha) yang terpisah dan berdiri sendiri di luar

entitas ekonomi lain.

2) Kesinambungan (Going Concern)

*Bahwa perusahaan diasumsikan tidak berhenti di satu periode saja,

melainkan berlanjut terus dan bukan untuk dijual.

3) Periode Akuntansi (Accounting Period)

*Pada umumnya suatu periode akuntansi terdiri dari 12 bulan atau satu

tahun.

4) Objektif (Objective)

*Bahwa pencatatan transaksi-transaksi harus didasarkan pada

dokumen asli.

5) Pengukuran dalam satuan uang (Monetary Measurement Unit)

*Bahwa pengungkapan dan penuangan transaksi harus dinyatakan

dalam nilai uang.

6) Harga Pertukaran (Historical Cost)

*Bahwa aset selalu dicatat dan dilaporkan berdasarkan nilai perolehan

atau nilai belinya karena lebih obyektif dan mudah untuk pelaporannya.

7) Penandingan beban dengan pendapatan (Matching Cost Against

Revenue)

*Konsep ini menekankan perlunya menghubungkan beban biaya

dengan pendapatan yang diakui pada periode yang sama.

3.1 Persamaan Akuntansi

Untuk memenuhi kebutuhan manajemen atas informasi yang akurat dan

tepat waktu diperlukan adanya suatu sistem yang dapat mengklasifikasikan

dan mencatat transaksi-transaksi sehingga informasi dapat diperoleh setiap

hari bahkan setiap saat dibutuhkan. Sistem pengklasifikasian dan

pencatatan tersebut adalah sistem pembukuan berganda (double entry

accounting system) di mana setiap transaksi dianalisis dan selanjutnya

dicatat pada dua sisi yaitu sisi sebelah Kiri (Debet) dan sisi sebelah Kanan

(Kredit).

Untuk mengklasifikasikan pos-pos atau transaksi yang terjadi di

perusahaan digunakan suatu bagan yang berisi rekening-rekening atau

perkiraan, yang disebut “Bagan Perkiraan Standar”.

Di dalam bagan perkiraan standar, perkiraan-perkiraan diklasifikasikan

menjadi perkiraan neraca dan perkiraan laba/rugi. Perkiraan neraca terdiri

dari aset, hutang dan ekuitas pemilik, sedangkan perkiraan laba/rugi terdiri

dari pendapatan dan biaya.

Untuk menjalankan sistem akuntansi yang berpasangan (double entry

accounting) telah ada konvensi dalam akuntansi yaitu aset dicatat di

sebelah kiri (debet) sedangkan hutang dan ekuitas dicatat di sebelah kanan

(kredit). Model pencatatan ini dikenal dengan istilah persamaan akuntansi.

Model persamaan akuntansi tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut :

ASET = HUTANG + MODAL


ASET = HUTANG + MODAL

DEBET KREDIT DEBET KREDIT DEBET KREDIT

Penambahan Pengurangan Pengurangan Penambahan Pengurangan Penambahan

Aset Aset Hutang Hutang Modal Modal

Keterangan:

Kedua sisi kiri dan kanan dari persamaan akuntansi jumlahnya harus selalu

sama, karena hak atas seluruh aset ada pada kreditur dan pemilik.

Semua transaksi mulai dari yang paling sederhana sampai dengan yang

paling rumit akan mempengaruhi unsur-unsur di atas. Perlu digaris bawahi

bahwa pengaruh suatu transaksi terhadap sisi kiri dan kanan harus

seimbang, demikian juga hasil akhir/saldonya harus seimbang.

4.1 BIDANG-BIDANG AKUNTANSI

Seperti halnya bidang-bidang lainnya, akuntansi juga memiliki bidang2 khusus sebagai akibat dari perubahan zaman. Kecenderungan ini disebabkan oleh perkembangan perusahaan, timbulnya sistem perpajakan baru dna bertambahnya pengaturan2 oleh pemerintah terhadap kegiatan perusahaan. Faktor-faktor tersebut bersama-sama dengan kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang cepat telah mengharuskan akuntan untuk memperoleh keahlian yang tinggi dalam spesialisasi tertentu.

Adapun bidang-bidang dari akuntansi yaitu:

  • Akuntansi keuangan (financial accounting). Bidang in berkaitan dengan akuntansi untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan. Ia berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk pihak2 luar perusahaan. Untuk penyusunan laporan keuangan sebelumnya harus disepakati/disetujui bersama. Aturan itu disebut “standar akuntansi keuangan”. Hal tersebut sangat wajib untuk diikuti setiap perusahaan untuk menyusun suatu laporan keuangan dan hasil perusahaan harus dilaporkan kepada pihak2 luar perusahaan yang masih ada kaitannya. Standar akuntansi keuangan dikeluarkan oleh IKATAN AKUNTAN INDONESIA dalam bentuk Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).
  • Akuntansi Auditing (audit accounting). Bidang ini berhubungan dengan audit secara bebas terhadap laporan yang dihasilkan oleh akuntansu keuangan. Yah walupun tujuan utama audit adalah agar informasi akuntansi yang disajikan dapat lebih dipercaya, namun terdapat tujuan2 lain. Misalnya, memastikan ketaatan terhadap kebijakan, prosedur atau peraturan serta menilai efisiensi dan efektifitas suatu kegiatan tertentu. Konsep yang mendasari auditing adalah objektivitas dan independensi dari pemeriksa. Konsep lain yang dianut adalah kerahasiaan serta pengumpulan bukti2 yang cukup dan relevan. Pengumpulan bukti2 pemeriksaan yang cukup dan relevan tadi dilakukan melalui pengujian terhadap catatan2 akuntansi dan prosedur pemeriksaan lainnya. Adapun para auditer harus mengikuti standarisasi yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam bentuk Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Audit merupakan jasa utama dari akuntan publik. Tapi tidak menuntut kemungkinan kalau suatu perusahaan tidak memiliki auditer. Sekarang hampir semua perusahaan memiliki pegawai yang ahli dalam mengaudit laporan keuangan perusahaannya.
  • Akuntansi Manajemen (management accounting). Titik sentral dalam akuntansi manajemen adalah informasi untuk manajemen suatu perusahaan. Fungsi akuntansi ini adalah mengendalikan kegiatan perusahaan tertentu, memonitor arus kas, dan menilai alternatif dalam mengambil suatu keputusan ekonomi.
  • Akuntansi Biaya (cost accounting). Bidang ini menekankan pada penetapan dan kontrol atas suatu biaya. Terutama yang berhubungan dengan suatu biaya produksi barang, tetapi perhatian yang mulai meningkat mulai diberikan atas biaya distribusi. Bahkan akuntansi ini telah mengarah pada penetapan biaya berdasarkan aktivitas. Fungsi utamanya adalah mengumpulkan dan menganalisis data mengenai biaya, baik biaya telah terjadi maupun akan terjadi. Informasi ini sangat berguna bagi manajemen sebagai alat kontrol atas kegiatan yang telah dilakukan dan bermanfaat untuk membuat rencana untuk masa mendatang.
  • Akuntansi Perpajakan (tax accounting). Tujuan laporan akuntansi yang digunakan perpajakan bebeda dengan tujuan akuntansi yang lain. Hal ini disebabkan oleh berbedanya konsep tentang transaksi dan kejadian keuangan, metode pengukuran dan tata cara pelaporan. Semua ini di atur oleh pengaturan pajak. Karena setiap perusahaan akan berurusan dengan pajak, maka perlu sekali mempunyai akuntan perpajakan.
  • Akuntan Sistem Informasi yaitu bidang ini menyediakan informasi keuangan maupun non-keuangan yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan organisasi secara efektif. Melalui sistem ini diproses informasi yang diperlukan untuk menyusun laporan kepada pemegang saham, kreditur, badan2 Pemerintah, pemimpin perusahaan, pegawai, dll. Sistem yang dirancang dengan baik akan memungkinkan pimpinan perusahaan mengidentifikasikan masalah dan menelaahnya sehingga masalah dapat ditangani.
  • Penganggaran yaitu bidang ini berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa datang serta analisis dan pengkontrolanya. Anggaran adalah sarana untuk menjabarkan tujuan suatu perusahaan. Ia berisi rencan kegiatan2 yang dilaksanakan di masa datang serta nilai uang yang terlibat dialamnya.
  • Akuntansi Pemerintah yaitu bidang ini mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan transaksi2 yang terjadi dibadan pemerintah. Ia menyediakan laporan akuntansi tentang aspek kepengurusan dari administrasi keuangan negara. Di samping itu, bidang ini mencakupi pengendalian atas pengeluaran melalui anggaran negara. Termasuk di dalamnya adalah kesesuaian dengan ketentuan undang2 yang berlaku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar